Senin, 07 November 2011

Pengertian Komunikasi Antar Sel (Intercelullar Communication Part I)


Tubuh manusia terdiri dari bermilyar-milyar sel yang berbeda baik struktur maupun fungsinya. Mereka harus bekerja sama dan berfungsi bersama agar manusia bisa hidup dan beraktivitas. Apa yang mampu membuat semua sel itu seirama? Ya, seperti dalam sebuah organisasi, harus saling mendukung dan berkomunikasi, sehingga masing-masing anggota dapat berperan dengan baik. Begitu pula dengan sel-sel tubuh kita. Mereka juga berkomunikasi satu sama lain untuk agar dapat terus hidup (survive), tumbuh dan membelah (grow and divide), menjadi sel dengan fungsi khusus (deferentiate) atau sel akan bunuh diri (apoptosis).


Signal Molekul
Sel menggunakan suatu molekul sinyal (signal molecule) untuk menyampaikan infomasi ke sel lainnya. Signal molecule ini nantinya akan membuat sel target (yang mempunyai reseptor spesifik) berespon dengan perubahan aktivitas sel.

Penghantaran signal molekul
Ada beberapa macam cara penghantaran signal molekul ini yaitu 1) Parakrin (molekul sinyal langsung ke sel tetangganya, tidak melalui pembuluh darah), 2) Endokrin (molekul yang dikeluarkan sel ikut peredaran darah dulu menuju sel target), 3) Synaptic (melalui suatu neurotransmitter pada celah sinaps), 4) Kontak langsung (Contact dependent, misal sel T dan Makrofag) dan 5) Via Junction (Gap Junction, misalnya pada sel-sel jantung).

Reseptor pada sel target
Suatu sel target mutlak memiliki reseptor spesifik yang mengenal dan berikatan dengan signal molekul. Reseptor signal molekul yang sifatnya hidrofobik berada di dalam sel (intraceluler receptor protein), sedangkan yang bersifat hidrofilik berada pada permukaan membran sel (cell surface receptor protein).

Jenis dan Karakter Signal Molekul
Signal molekul hidrofobik dapat menembus membran lipid bilayer dan dapat langsung memicu respon lokal (misal nitrit oxide, berikatan dengan guanil siklase menimbulkan perubahan GTP menjadi cGMP-->relaksasi sel otot) atau mengaktivasi reseptor yang berperan sebagai gen regulatory protein (kortison, berikatan dengan intraseluler protein reseptor, kompleks masuk ke nukleus, bagian DNA binding domain reseptor menempel pada gen-->memicu ekspresi gen tertentu). Signal molekul hidrofilik tidak dapat menembus membran lipid bilayer sehingga diterima oleh reseptor pada permukaan membran plasma. Reseptor ini terkumpul di lipid raft yaitu bagian-bagian membran lipid bilayer kaya kholesterol dan fosfolipid inositol yang lebih tebal dan stabil.

Respon Sel Target
Ikatan signal molekul dengan reseptor dapat 1) mempengaruhi ekspresi gen target secara langsung atau via ekpresi gen regulator dahulu (sintesis protein, lebih lambat), 2) mempengaruhi fungsi protein intraseluler (tanpa proses ekspresi gen, lebih cepat). Kedua hal ini dapat mempengaruhi aktivitas seluler dan perilaku sel sebagai respon terhadap informasi dari signal molekul.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar